Kediri, [11 Oktober 2025] – Dalam rangka mempererat tali persaudaraan, meningkatkan spiritualitas, dan memohon berkat bagi pelayanan Yayasan, para mitra kerja Yayasan Puspita Kencana melaksanakan kegiatan ziarah rohani ke salah satu situs keagamaan Katolik yang terkenal, yaitu Gua Maria Lourdes Puhsarang di Kediri, Jawa Timur.
Kegiatan ini menjadi momen berharga bagi para mitra kerja untuk sejenak melepaskan diri dari rutinitas harian dan memfokuskan hati dalam doa serta refleksi. Di tengah suasana Puhsarang yang sejuk, damai, dan penuh nuansa arsitektur Jawa yang khas, rombongan memulai rangkaian ibadah dengan penuh khidmat.
Doa Rosario Penuh Khusyuk di Kaki Bunda Maria
Titik fokus utama ziarah adalah Gua Maria Lourdes yang merupakan replika dari Gua Maria Lourdes di Prancis. Di hadapan patung Bunda Maria yang megah, para mitra kerja berlutut, mendaraskan Doa Rosario. Setiap butir rosario yang dipegang menjadi lambang untaian doa yang dipanjatkan, memohon doa Bunda Maria untuk keluarga, pekerjaan, dan seluruh pelayanan Yayasan Puspita Kencana, agar senantiasa diberkati dan berjalan lancar. Doa ini menjadi sumber kekuatan, mengingatkan setiap individu akan pentingnya penyerahan diri dan iman yang teguh.


Menelusuri Jalan Salib: Refleksi Pengorbanan
Setelah doa rosario, kegiatan dilanjutkan dengan Jalan Salib. Para peserta berjalan perlahan, menapaki setiap perhentian yang menggambarkan kisah sengsara dan wafat Yesus Kristus. Melalui perhentian-perhentian Jalan Salib yang terukir indah di kompleks Puhsarang, para mitra kerja diajak untuk merenungkan makna pengorbanan, kerendahan hati, dan kasih tanpa batas. Jalan Salib ini tidak hanya merupakan ritual, tetapi juga sebuah perjalanan rohani untuk memperbaharui komitmen dalam menjalani hidup dan pelayanan dengan semangat pengorbanan.



Mengenang Pelayan Setia: Doa di Makam Suster
Puncak dari ziarah ini diakhiri dengan kunjungan dan Doa di Makam Suster yang berada di area Casa De Maria. Momen ini menjadi kesempatan bagi rombongan untuk mengenang jasa-jasa para Suster yang telah mendedikasikan hidup mereka dalam pelayanan gereja dan sesama. Di makam yang sunyi, doa-doa dinaikkan sebagai penghormatan, sekaligus sebagai inspirasi untuk meneladani semangat ketulusan dan pengabdian mereka dalam tugas pelayanan di Yayasan Puspita Kencana.



Semangat Baru dalam Pelayanan
Ziarah ke Gua Maria Lourdes Puhsarang ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah bekal rohani yang mendalam. Kebersamaan dalam doa rosario, refleksi mendalam melalui Jalan Salib, dan penghormatan di makam Suster telah menumbuhkan semangat baru dan rasa persatuan yang lebih erat di antara mitra kerja Yayasan Puspita Kencana.
Diharapkan, energi spiritual yang didapatkan dari ziarah ini akan terus mengalir dan memperkuat langkah Yayasan Puspita Kencana dalam menjalankan visi dan misi pelayanannya kepada kawula muda.

